Jati, Padek—Seorang aktivis LSM Lantera Minangkabau yang konsen dalam pe­na­ng­gulangan AIDS, Rudi Des­mar­jono, 30, dibacok seorang pe­muda tak dikenal, Rabu (25/7), di Sekretariat Lentera Mi­na­ng­kabau. Akibatnya, Rudi men­da­patkan tujuh luka sabetan di kepala, tangan dan leher.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.30. Ketika itu, delapan pengurus Lantera sibuk dengan kegia­tan­nya masing-masing. Tiba-tiba datang seorang pemuda tak dikenal ke Sekretariat LSM ini. Tanpa basa basi, pemuda ter­se­but langsung duduk di kursi tamu.

Dia kemudian memanggil seorang staf Lantera bernama Riko. “Ke sini kamu,” ujarnya dengan bahasa Minang, seperti ditirukan kembali oleh Uut, salah seorang saksi mata.

Namun, karena merasa ti­dak kenal, banyak pengurus ya­ng memilih masuk ke dalam. Sementara Sofina, istri Rudi yang juga pengurus LSM Lan­tera, menghadapi pemuda ter­sebut.

Pemuda yang kemudian dike­tahui bernama Ifrad Chan­dra, itu langsung mencak-men­cak dan mempertanyakan kebe­ra­daan LSM itu. “Mana akta notaris, izin dan surat-surat ka­lian,” ujarnya membabi buta.

Mendengar ada keributan, Rudi yang ketika itu bekerja, kemudian duduk di hadapan pe­muda itu. Dia balik bertanya,  pemuda itu berasal dari mana dan apa maksud keda­tangan­nya. Sementara pengurus lain­nya mencarikan akta.

Mendengar pertanyaan Ru­di, pemuda itu mengamuk dan mengeluarkan sebuah parang dari dalam tasnya. “Saya preman sini, jadi kamu melawan?” ujar­nya sambil menyabet parang ke arah Rudi.

Rudi kaget. Dengan refleks dia menangkis dengan tangan­nya. Sabetan itu menyebabkan telapak tangannya terluka. Sa­betan berikutnya datang ber­tubi-tubi. Rudi terus berusaha menghindar.

Rudi terus melawan dan berusaha merebut parang itu sambil berupaya keluar dari Kantor Lantera. Malang bagi Rudi, saat mundur itu, dia ter­jatuh.

“Ketika itu dia duduk di atas dada saya dan mengayunkan parang bertubi-tubi. Beruntung saya sempat meraih kipas angin dekat pintu. Dengan itulah saya bisa menangkis bacokan pe­mu­da yang tidak saya kenal itu,” papar Rudi ketika ditemui di RSUP M Djamil kemarin (26/7).

Rudi mendapatkan tiga luka bacokan di kepalanya dan dua di tangan kiri, dua di tangan kanan. Melihat suaminya terdesak, Sofina, 30, istri korban ke­mudian timbul keberaniannya. Dia mengambil parang yang terletak di dapur Sekretariat Lentera. Saat melihat Sofina datang membawa parang, Ifrad Chandra pun berusaha lari. Saat itulah Rudi berhasil merampas parangnya.Walaupun dalam keadaan bermandikan darah, Rudi terus mengejar Ifrad Chan­dra ke arah simpang Jati 3. Per­sis dekat Apotik Aroma, Rudi tak kuat lagi berlari, dia tumbang di tepi jalan raya Jati.

Warga sekitar lokasi kemu­di­an mengamankan pelaku pem­­­bacokan. Namun, ada sua­ra-suara dari orang tak dikenal yang menyuruhnya melarikan diri. “Saat dia akan ditangkap warga, ada seseorang tak dikenal yang terus menyuruhnya lari. Beruntung warga lainnya tetap menangkapnya,” jelas Sofina mendampingi suaminya di rua­ng rawat inap bedah RSUP M Djamil Padang.

Berdasar keterangan yang dihimpun Padang Ekspres di Sekretariat Lantera Mi­na­ng­kabau, kemarin, penyerangan terhadap aktivis ini diduga telah direncanakan. Pasalnya, sehari sebelumnya, Ifrad Chandra telah mendatangi Sekretariat LSM Lantera. Ketika itu dia datang meminta air. Salah seorang pengurus Lantera bernama Uut mempersilakannya mengambil sendiri, namun pengurus lain­nya meminta Uut mengambilkan air untuk pelaku. Sambil menunggu air datang, Ifrad  juga mempertanyakan keberadaan LSM tersebut.

Setelah Ifrad Chandra pergi, Uut melihat pelaku mengasah parang di tempat penjual daging tidak jauh dari Sekretariat Len­tera. “Saya sempat bertanya pada kawan, sejak kapan si Chandra itu bekerja di sana (penjual daging, red),” cerita Uut di Sekretariat Lantera kemarin.

Kapolsek Padang Timur Kompol Erman tidak mau mem­berikan informasi lengkap ten­tang kejadian ini. Katanya, kasus ini telah dilimpahkan ke Polresta Padang. “Silakan konfirmasi ke Polres,” ujarnya.

Walaupun begitu, Erman sempat menyebutkan pelaku berkemungkinan mengalami gangguan jiwa.  ”Sebelum di­kem­bangkan, pelaku akan di­periksa kejiwaannya,” katanya.

Kapolresta Padang Kom­bes M Seno Putro men­ye­but­kan, orangtua pelaku me­nga­takan tersangka mengalami gangguan jiwa. “Dari kete­ra­ngan orangtua tersangka, yak­ni Syamsu Bahri, 50, Ifrad ini sedang menjalani pera­watan jalan,” ujarnya.

Membuktikan tersangka mengalami gangguan jiwa, penyidik akan membawanya ke Rumah Sakit Jiwa HB Saanin.

Sumber : PadangEkspress.co.id

1,6 Juta Perempuan Berisiko Terinfeksi HIV

Posted: 18/11/2010 by lanteraminang in Uncategorized

Jakarta, Kompas — Sekitar 1,6 juta perempuan berisiko terinfeksi HIV lantaran menikah atau berhubungan seksual dengan laki-laki berisiko tinggi. Penularan HIV lewat hubungan heteroseksual saat ini paling sulit dikendalikan.

Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) Nafsiah Mboi mengatakan di Jakarta, Senin (15/11/2010), berdasarkan pemodelan dari KPAN, laki-laki berisiko tinggi merupakan laki-laki pelanggan atau pembeli seks—jumlahnya sekitar 3,1 juta—dan 230.000 pengguna narkoba jarum suntik yang juga kemungkinan membeli seks. Pria berisiko tinggi karena melakukan aktivitas seksual tidak aman (tanpa kondom) dan kemudian menularkan HIV kepada pihak lain.

Menurut Nafsiah Mboi, masih amat sulit mengubah perilaku, termasuk membiasakan penggunaan kondom. ”Perempuan pekerja seks punya posisi tawar sangat rendah sehingga sulit memastikan pelanggannya memakai kondom. Apalagi ada iming-iming dibayar lebih banyak jika tanpa kondom,” kata Nafsiah.

Padahal, berdasarkan survei KPAN, pengetahuan laki-laki sebetulnya cukup tinggi tentang bahaya penularan penyakit dan manfaat penggunaan kondom. ”Kecuali di Jepang yang laki-lakinya terbiasa memakai kondom,” ujarnya.

Upaya penanggulangan HIV/AIDS di kalangan perempuan pekerja seks pun semakin tidak mudah karena pembubaran lokalisasi yang sepertinya bertujuan baik sebenarnya kontraproduktif dengan penanggulangan HIV/AIDS.

”Kebijakan yang menyatakan prostitusi sebagai maksiat dan pembubaran lokalisasi, misalnya, mengakibatkan pekerja seks komersial masuk populasi umum dan rumah-rumah penduduk sehingga sulit terjangkau program penanggulangan HIV dan tes kesehatan,” ujarnya. (INE)

Tes HIV dan VCT

Posted: 24/09/2010 by dejavu1505 in Informasi

Apa yang dimaksud dengan tes HIV ?

Tes HIV adalah suatu tes darah yang digunakan untuk memastikan apakah seseorang sudah positif terinfeksi HIV atau tidak, yaitu dengan cara mendeteksi adanya antibody HIV di dalam sample darahnya.

Hal ini perlu dilakukan setidaknya agar seseorang bisa mengetahui secara pasti status kesehatan dirinya, terutama menyangkut resiko dari perilakunya selama ini.

Kenapa perlu tes ?

Seperti telah diketahui, penularan HIV dari seseorang yang telah terinfeksi kepada orang lain adalah melalui pertukaran cairan tubuh, yang meliputi darah, cairan sperma, cairan vagina dan air susu ibu (selengkapnya lihat di sub judul “Apakah AIDS Itu?” di halaman situs ini).

Karena itu cara perpindahan HIV dari seseorang kepada orang lain juga sangat spesifik, yaitu :

  • Melalui transfusi darah atau produk darah
  • Transplantasi organ atau jaringan tubuh
  • Pemakaian jarum suntik yang sudah tercemar HIV secara bergantian, misalnya jarum suntik di antara pengguna narkotika
  • Pemakaian jarum suntik / alat tajam yang memungkinkan terjadinya luka, secara bergantian tanpa disterilkan, misalnya jarum tato, jarum tindik, peralatan pencet jerawat, dll
  • Hubungan seks tidak aman, yang memungkinkan tercampurnya cairan sperma dengan cairan vagina (pada seks vaginal) ; atau cairan sperma dengan darah (pada seks anal)-tanpa penghalang (dalam hal ini kondom)
  • Dari seorang ibu hamil yang HIV positif, kepada bayi yang dikandungnya, yaitu melalui jalan lahir dan juga dalam proses menyusui dengan air susu ibu.
Singkatnya, bila seseorang dalam hidupnya pernah melakukan hal-hal berisiko tinggi seperti disebutkan di atas, maka penting bagi dirinya untuk segera melakukan tes HIV, sehingga bisa lebih menjaga perilaku selanjutnya demi kesehatan dirinya sendiri dan pasangannya, serta (calon) anak-anaknya kelak.
Apa gunanya ?

Sebenarnya, semakin cepat kita mengetahui status HIV kita, semakin banyak hal positif yang bisa kita lakukan dalam hidup ini. Banyak orang yang selama ini tidak menyadari resiko perilakunya terhadap kemungkinan tertular atau pun menularkan HIV, dan karena tidak segera menjalani tes HIV perilakunya tetap saja berisiko tinggi. Hal ini tentunya berkaitan erat dengan kesadaran untuk menjaga kesehatan diri sendiri, pasangan maupun (calon) anak-anak .

Secara umum tes HIV juga berguna untuk mengetahui perkembangan kasus HIV/AIDS serta untuk meyakinkan bahwa darah untuk transfusi dan organ untuk transplantasi tidak terinfeksi HIV.

Bagaimana prosedurnya ?

Tes HIV harus bersifat :

Sukarela : artinya bahwa seseorang yang akan melakukan tes HIV haruslah berdasarkan atas kesadarannya sendiri, bukan atas paksaan / tekanan orang lain. Ini juga berarti bahwa dirinya setuju untuk dites setelah mengetahui hal-hal apa saja yang tercakup dalam tes itu, apa keuntungan dan kerugian dari testing, serta apa saja impilkasi dari hasil positif atau pun hasil negatif.

Rahasia : artinya, apa pun hasil tes ini nantinya (baik positif maupun negatif) hasilnya hanya boleh di beritahu langsung kepada orang yang bersangkutan. Tidak boleh diwakilkan kepada siapa pun, baik orang tua, pasangan, atasan atau siapapun.

Di samping itu hasil tes HIV juga harus dijamin kerahasiaannya oleh pihak yang melakukan tes itu (dokter, rumah sakit, atau labratorium) dan tidak boleh disebarluaskan.

Mengingat begitu pentingnya untuk memperhatikan Hak Asasi Manusia di dalam masalah tes HIV ini, maka untuk orang yang akan melakukan tes harus disediakan jasa konseling, yaitu :

Konseling pre-test : yaitu konseling yang dilakukan sebelum darah seseorang yang menjalani tes itu diambil. Konseling ini sangat membantu seseorang untuk mengetahui risiko dari perilakunya selama ini, dan bagaimana nantinya bersikap setelah mengetahui hasil tes. Konseling pre-test juga bermanfaat untuk meyakinkan orang terhadap keputusan untuk melakukan tes atau tidak, serta mempersiapkan dirinya bila hasilnya nanti positif.

Konseling post-test
: yaitu konseling yang harus diberikan setelah hasil tes diketahui, baik hasilnya positif mau pun negatif. Konseling post-test sangat penting untuk membantu mereka yang hasilnya HIV positif agar dapat mengethui cara menghidnari penularan pada orang lain, serta untuk bisa mengatasinya dan menjalin hidup secara positif. Bagi merek yang hasilnya HIV negatif, konseling post-test bermanfaat untuk memberitahu tentang cara-cara mencegah infeksi HIV di masa datang.

Perlu diperhatikan bahwa proses konseling, testing dan hasil tes harus dirahasiakan.

Khusus tentang aspek kerahasiaan ini perlu diperhatikan bahwa masalah kerahasiaan biasanya disikapi dengan cara yang berbeda di setiap tempat. Di beberapa komunitas, kerahasiaan diartikan sebagai jangan pernah memberi tahu siapa pun tentang status HIV Anda , tetapi kerahasiaan (secrecy) seperti ini berbeda dengan confidentiality.

Secrecy dapat meningkatkan kesan bahwa HIV adalah hal yang tabu dibicarakan. Adalah penting diingat untuk tidak mendiskusikan status HIV seseorang tanpa ijin mereka, tetapi penekanan yang berlebihan pada kerahasiaan individu dapat menyebabkan kesulitan bagi orang tersebut untuk mendapatkan dukungan yang tepat. Hal ini perlu dipecahkan melalui beberapa cara, misalnya memberi informasi tentang HIV secara lebih baik kepada masyarakat, menganjurkan orang untuk berbagi tentang hasuk tesnya dengan orang yang mereka percaya, menganjurkan keterbukaan tentang sebab kematian, dan pada saat yang bersamaan menghormati hak asasi orang dengan HIV dan mencegah stigma dam diskriminasi.

Jika seseorang tidak memberi tahu orang lain bahwa ia memiliki HIV, mereka bisa lebih cemas dan terisolasi. Dukungan sosial bisa membantu dalam menjaga agar orang tetap sehat dan bisa menurunkan tingkat stresnya, dan bisa dilakukan oleh keluarga dan lingkungan.

Untuk alasan-alasan tersebut, program-program di beberapa negara Asia dan Afrika menawarkan bentuk kerahasian yang lebih sesuai dengan budaya setempat. Hal ini meliputi ‘kerahasiaan yang dibagi’ yang menggunakan konselor ‘awam’ (orang yang telah dipercaya, yang telah dilatih dalam hal konseling) daripada konselor professional; konseling dan testing pasangan; serta konseling kelompok dan pendidikan masyarakat untuk menghilangkan stigma terhadap HIV dan AIDS.

Cara kerja tes ?

Jika seseorang terinfeksi oleh suatu virus, maka tubuhnya akan memproduksi antibodi untuk melawan infeksi tersebut. Antibodi ini diproduksi oleh sistem kekebalan tubuh. Antibodi jauh lebih mudah dideteksi daripada virusnya.

Sebagian besar tes antibodi HIV mendeteksi antibodi terhadap HIV dalam sample darah. Jika tidak ada antibodi yang terdeteksi, hasilnya adalah seronegatif atau HIV negatif. Sebaliknya, jika ada antibodi terhadap HIV, berarti hasilnya seropositif atau HIV positif.

Walau pun demikian, suatu tes bisa saja memberi hasil negatif bila orang yang dites baru saja terinfeksi. Hal ini dapat terjadi karena tubuh kita membutuhkan waktu beberapa minggu untuk mulai menghasilkan antibodi sejak terjadinya infeksi. Antibodi biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi, dan masa ini disebut periode jendela (window period). Dalam masa seperti ini, bisa saja seseorang mendapatkan hasil tes negatif karena antibodinya belum terbentuk sehingga belum dapat dideteksi , tapi ia sudah bis menularkan HIV pada orang lain lewat cara-cara yang sudah disebutkan terdahulu.

Tes darah yang dilakukan biasanya menggunakan tes ELISA (enzyme linked immunosorbent assay) yang memiliki sensitivitas tinggi – namun spesifikasinya rendah. Bila pada saat tes ELISA hasilnya positif, maka harus dikonfirmasi dengan tes Western Blot, yaitu jenis tes yang mempunyai spesifikasi tinggi namun sensitivitasnya rendah. Karena sifat kedua tes ini berbeda, maka biasanya harus dipadukan untuk mendapatkan hasil yang akurat.

Selain kedua jenis tes tadi, ada juga jenis tes lain yang mampu mendeteksi antigen (bagian dari virus), yaitu NAT (nucleic acid amplification technologies) dan PCR (polymerase chain reaction).

Dimana bisa tes melakukan tes HIV ?

Hingga saat ini belum semua rumah sakit menyediakan fasilitas untuk tes HIV ini. Biasanya di setiap rumah sakit besar propinsi bisa membantu untuk ini.

Alamat yang bisa dihubungi

Lantera Minang Kabau (Komunitas Peduli HIV/AIDS Sumatera Barat)

JL. Perintis Kemerdekaan No. 31 A Jati III Padang-Sumbar

tel. 0751 – 812533

ALAT REPRODUKSI LAKI-LAKI

Posted: 24/09/2010 by dejavu1505 in Informasi

Alat reproduksi laki-laki yang dapat dilihat dari luar adalah zakar dan kantung pelir (buah zakar)

Alat reproduksi laki-laki terdiri dari beberapa bagian utama. Bagian-bagian alat reproduksi yang perlu diketahui pada laki-laki adalah :

Zakar/Penis

Zakar adalah bagian terpenting dari alat reproduksi laki-laki, terdiri dari dua bagaian utama yaitu : kepala zakar dan batang zakar. Kepala zakar sama pekanya dengan kelentit pada perempuan. Batang zakar terdiri dari kelenjar spons yang dapat terisi darah sehingga zakar menjadi keras.

Kantong Pelir (Scrotum)

Kantong pelir adalah tempat testis. Di dalam testis inilah sperma dibuat. Bila sperma bertemu sel telur pada perempuan, perempuan akan hamil.

Pelir (Testis)

Pelir juga disebut testis atau buah zakar. Laki-laki memiliki dua buah testis. Besarnya seperti bola bekel. Testis dapat memproduksi sperma bila suhu testis berada di bawah tubuh. Karena itu kantong pelir berada diluar tubuh, agar suhu testis menjadi lebih dingin dibandingkan tubuh.

Saluran Sperma (Vas Deferens)

Bila sperma sudah matang, maka melalui saluran sperma, sperma akan naik dan disimpan di kantung mani (vesika seminalis)

Saluran Kencing (Urethra)

Urethra adalah saluran di dalam zakar, saluran tempat keluarnya air kencing dan air mani. keluarnya air seni atau air mani diatur oleh sebuah katup sehingga tidak bisa keluar secara bersamaan.

Bila laki-laki terkena Infeksi Menular Seksual (IMS), urethra merupakan bagian pertama yang terkena. Bila urethra terluka karena infeksi, maka kencing terasa perih karena air kencing memang melalui saluran itu dan mengenai luka-luka yang ada pada dinding saluran itu.

Kelenjar Prostat

Kelenjar prostat berada didalam tubuh, dibawah kandung kencing. Fungsinya adalah membuat cairan air mani yang akan dikeluarkan bersamaan dengan sperma. Warna cairan yang dibuatnya putih keruh dan agak kental.

Kantung Mani (Vesika Seminalis)

Kantung mani menyimpan sperma yang sudah matang. Sperma inilah yang membuahi sel telur pada perempuan. Sperma dikeluarkan bersamaan dengan cairan kelenjar prostat ketika berhubungan seks.

Alat Reproduksi Perempuan

Posted: 24/09/2010 by dejavu1505 in Informasi
ALAT REPRODUKSI PEREMPUAN

Alat reproduksi perempuan yang terlihat dari luar cuma bibir kemaluan dan lobang senggama yang ditutupi bulu kelamin. Alat reproduksi perempuan masuk hingga bagian dalam tubuh perempuan. Merawat bagian dalam reproduksi, sama pentingnya dengan merawat bagian luar alat reproduksi kita. Alat reproduksi perempuan terdiri dari beberapa bagian utama, yang perlu kita kenal adalah :

Rahim/Kandungan
Tempat janin tumbuh dan berkembang. Setiap bulan, rahim menyiapkan diri dengan melapisi dindingnya dengan lapisan khusus untuk menerima bayi. Kalau tidak jadi hamil, maka lapisan khusus itu runtuh berupa darah haid. Kalau perempuan hamil, lapisan khusus tidak diruntuhkan lagi, tetapi dipakai untuk menghidupi janin sehingga perempuan tidak haid saat hamil.

Serviks/Mulut Rahim
Serviks memisahkan rahim dengan liang senggama. Bermanfaat menjaga agar kotoran dan kuman tidak mudah masuk kedalam rahim. Juga, ia bermanfaat untuk menyangga kepala bayi saat perempuan hamil. Kalau perempuan terkena Infeksi Menular Seksual (IMS), meskipun tidak tampak dari luar, infeksi biasanya dapat diperiksa atau dilihat di mulut rahim.

Indung Telur

Tempat telur manusia dibuat. Disebut juga ovarium. Setiap bulan perempuan mengeluarkan satu telur matang melalui saluran telur ke arah rahim. Kalau telur matang bertemu sperma dalam air mani laki-laki, maka perempuan akan hamil.

Vagina/Liang Kemaluan

Vagina bentuknya memanjang seperti tabung. Saat berhubungan seks, penis masuk ke dalam liang vagina. Darah haid juga keluar melalui vagina. Bayi juga keluar lewat vagina pada saat perempuan melahirkan.

Dalam vagina terdapat jamur dan kuman-kuman yang tidak mengganggu tubuh kalau keseimbangan hidupnya tidak terganggu. Keseimbangan hidupnya terganggu kalau perempuan sering mencuci vagina dengan obat antibiotik atau terlalu sering berhubungan seksual. Bila keseimbangan hidup jamur dan kuman-kuman itu terganggu, maka terjadilah keputihan.

Dinding Vagina

Dinding Vagina juga punya lapisan khusus. Dinding ini lapisannya halus dan mudah sekali terluka. Kalau luka, seringkali lukanya tidak dirasakan sakit. Luka-luka di dinding vagina, memudahkan bibit atau kuman Infeksi Menular Seksual (IMS) masuk kedalam tubuh.

Bibir Kelamin/Labia

Bibir kelamin berada di luar tubuh. Ada dua bibir di dalam kelamin luar perempuan, namanya bibir besar dan bibir kecil.

Kelentit

Kelentit berada di bagian atas di anatara bibir kelamin. Bentuknya seperti biji kacang. Kelentit mempunyai syaraf yang sangat banyak sehingga sangat peka terhadap rangsangan. Kelentit bagi perempuan mirip seperti zakar laki-laki.

Selaput Dara

Berada di dalam liang vagina, tidak jauh dari mulut vagina. Selaput dara terbuat dari lapisan tipis, dengan lubang tempat keluarnya haid. Selaput dara ada yang tipis dan juga yang kaku. Selaput dara tidak bisa dijadikan jaminan kegadisan pada perempuan, karena selaput dara bisa robek karena terjatuh atau olahraga, selain karena hubungan seks.

Saluran Kencing

Saluran kencing pada perempuan berada diantara kelentit dan mulut vagina.

Payudara

Pemeriksaan payudara sangat berguna untuk mengetahui keadaan payudara, apakah normal atau ada kelainan. Pemeriksaan payudara sebaiknya dilakukan tiap bulan setelah menstruasi. Dengan pemeriksaan ini kamu dapat merasakan perubahan yang terjadi.

Melihat payudara

1. Berdirilah di depan cermin, pandanglah payudara, apakah ada perubahan dengan ukuran, bentuk, dll ataukah ada perubahan dengan putingnya. Lihatlah dengan seksama dan taruh kedua tanganmu di pinggang.

2. Jika kamu mempunyai payudara yang kecil cara mudah untuk memeriksanya yaitu dengan melumuri sedikit sabun cair pada payudara yang akan diperiksa. Taruhlah satu lengan di belakang kepala-mu dan lakukan pemeriksaan dengan lengan satunya.

3. Gunakan seluruh jarimu untuk memeriksa secara berputar dari bagian luar ke arah puting. Pemeriksaan secara berlahan dan seksama untuk merasakan apakah ada sesuatu yang aneh dari bagian payudaramu. Lakukan pula pada payudara yang satunya dengan menggunakan lengan yang lain.

4. Jika kamu mempunyai payudara yang cukup besar pemeriksaan dapat dilakukan sambil berbaring. Taruh bantal dikepalamu dan letakkan pula satu lenganmu di belakang satu kepala. Gunakan lengan lainnya untuk memeriksa payudara. Mulailah dari bagian luar berputar kearah dalam, periksa pula sekitar puting apakah terjadi perubahan pada payudaramu.

5. Jika kamu merasakan adanya perubahan pada payudara segeralah konsultasikan pada dokter sesegera mungkin. Ingatlah 9 dari 10 kasus benjolan yang ditemui pada payudara bukan merupakan kanker. Pemeriksaan dini akan memberikan pengaruh yang berbeda untuk penanganan selanjutnya.

Aborsi

Posted: 24/09/2010 by dejavu1505 in Informasi

Adalah berakhirnya suatu kehamilan (oleh akibat-akibat tertentu) sebelum mampu untuk hidup diluar kandungan, di mana beratnya masih di bawah 500 gram atau sebelum usia kehamilan 20 minggu. Aborsi/Abortus di bagi menjadi dua, yaitu :

1. Abortus spontan

Adalah abortus yang terjadi secara alamiah tanpa adanya upaya-upaya dari luar untuk mengakhiri kehamilan tersebut. Terminologi yang paling sering digunakan untuk abortus spontan adalah keguguran.

2. Abortus buatan

Adalah abortus yang terjadi akibat adanya upaya-upaya tertentu untuk mengakhiri proses kehamilan. Istilah yang sering digunakan aborsi, pengguguran, atau abortus provokatus.

Dampak Aborsi

Aborsi sangat berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan perempuan terutama jika dilakukan secara tidak aman yaitu oleh tenaga yang tidak terlatih. Sebab utama kematian perempuan yang melakukan aborsi adalah pendarahan yang terus menerus serta infeksi yang terjadi setelah tindakan aborsi.

Selain itu aborsi juga berdampak pada kondisi psikologis. Perasaan sedih karena kehilangan bayi, beban batin akibat timbulnya perasaan bersalah dan penyesalan dapat mengakibatkan depresi. Oleh karena itu konseling mutlak diperlukan kepada mereka yang akan melakukan aborsi. Tindakan aborsi harus diyakinkan sebagai tindakan terakhir jika alternatif lain sudah tidak dapat diambil.

ONANI

Posted: 24/09/2010 by dejavu1505 in Informasi

Onani mempunyai arti sama dengan masturbasi. Namun ada yang berpendapat onani hanya diperuntukkan bagi laki-laki, sedangkan istilah masturbasi diperuntukkan bagi perempuan. Istilah onani diambil dari seseorang bernama Onan yang sejak kecil sering merasa kesepian. Untuk mengatasi rasa kesepiannya ia mencari hiburan dengan cara membayangkan hal-hal erotis sambil mengeksplorasi bagian-bagian tubuhnya yang sensitif sehingga mendapatkan kenikmatan. Kemudian nama Onan ini berkembang menjadi onani.

Onani/Masturbasi adalah menyentuh, menggosok dan meraba bagian tubuh sendiri yang peka sehingga menimbulkan rasa menyenangkan untuk mendapat kepuasan seksual (orgasme) baik tanpa menggunakan alat maupun menggunakan alat. Biasanya masturbasi dilakukan pada bagian tubuh yang sensitif, namun tidak sama pada masing-masing orang, misalnya : putting payudara, paha bagian dalam, alat kelamin (pada perempuan terletak pada klistoris dan sekitar vagina : sedangkan pada laki-laki terletak pada sekitar kepala dan leher penis). Misalnya laki-laki melakukan onani dengan meraba penisnya, remaja perempuan menyentuh klistorisnya hingga dapat menimbulkan perasaan yang sangat menyenangkan atau bisa timbul ejakulasi pada remaja laki-laki.

Secara medis onani/mastrubasi tidak akan mengganggu kesehatan. Orang yang melakukannya tidak akan mengalami kerusakan pada otak atau bagian tubuh lainnya.

Onani/mastrubasi juga tidak menimbulkan resiko fisik seperti mandul, impotensi, dan cacat asal dilakukan secara aman, steril, tidak menimbulkan luka dan infeksi. Resiko fisik umumnya berupa kelelahan. Pengaruh mastrubasi biasanya bersifat psikologis seperti rasa bersalah, berdosa, dan rendah diri karena melakukan hal-hal yang tidak disetujui oleh agama dan nilai-nilai budaya sehingga jika sering dilakukan akan menyebabkan terganggunya konsentarsi pada remaja tertentu.

Cara menghindari onani/masturbasi

Setiap orang bisa mengendalikan dirinya untuk menghindari dan mencegah aktivitas masturbasi/onani. Gunakan waktu luang dengan aktivitas yang bermanfaat untuk diri sendiri dan orang lain. Sesegera hilangkan atau alihkan pikiran yang mengarah kepada rangsangan seks kepada pikiran atau aktivitas lainnya.

Seperti ngobrol hal-hal yang tidak berbau seks, menyelesaikan tugas, menjalankkan hoby, olah raga, musik, berorganisasi, atau lainnya.

Puasa adalah salah satu cara yang efektif untuk menahan nafsu seksual.